Recent posts

Tentang Alexis yang Kembali Jadi Bahan Perbincangan dan Sandiaga soal Alexis: Ahok-Djarot Menutup Sebelah Mata


Jakarta - Alexis Hotel pernah jadi perbincangan tahun lalu saat jadi 'bahan pembanding' lokalisasi Kalijodo yang dibongkar oleh Pemprov DKI Jakarta. Nama Alexis kini kembali ramai diperbincangkan gara-gara disinggung dalam debat perdana Pilkada DKI.

Anies Baswedan di acara debat calon Gubernur DKI Jakarta semalam mengangkat isu panas 'menyentil' Basuki Tjahaja Purnama. Dia menyebut, soal penggusuran, Ahok bisa tegas. Namun soal Alexis, Ahok lemah. Gara-gara itu, hari ini netizen pun ramai membahas soal Alexis di media sosial (medsos).

Alexis sejatinya adalah sebuah hotel di Jalan RE Martadinata, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Bangunannya mencolok di bagian atas dengan kelir warna kuning dan oranye. Di bagian depan hotel terlihat asri dengan taman kecil yang ditumbuhi aneka bunga dan pohon palem.


Nama Alexis pernah jadi perbincangan hangat awal 2016 saat Ahok berniat melakukan penertiban kawasan Kalijodo, yang secara administratif masuk wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Kawasan ini sudah lama dikenal sebagai tempat hiburan malam. Saat itu Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Haji Lulung) mengkritik Ahok soal penertiban Kalijodo dan menyinggung soal Alexis.

"Alexis izinnya apa, griya sehat. Ada pelacur di sana. Mau nggak Ahok tertibkan di sana," kata Lulung kepada wartawan di gedung DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jumat (12/2/2016). Nama Alexis ini pun ramai dibahas media saat itu.

Ketika dikonfirmasi detikcom saat itu, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) DKI Catur Liswanto membantah ada pelacuran di Alexis. Dia bukan tanpa alasan dia menyatakan hal itu. Pihaknya telah melakukan pemantauan dan tidak menemukan adanya praktik prostitusi di sana.


"Alexis menjadi tempat hiburan, bukan tempat prostitusi. Selama pemantauan kami, tidak ada bukti-bukti seperti itu (jadi tempat prostitusi). Maka kami tidak berani menindak. Kita kan harus berdasarkan bukti," kata Catur saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (12/2/2016).

Beberapa hari setelah pernyataan Catur itu keluar, Ahok yang diwawancarai wartawan mengaku telah memarahi anak buahnya itu karena mengatakan tidak ada prostitusi di Alexis. "Saya marahi Kadisparbud, ngomong apa Alexis nggak ada pelacuran? Bilang saja ada. Saya cek ya Pak, begitu turun, waduh Pak, semua jenis ada, Pak," kata Ahok dalam sambutan kepada mahasiswa Departemen Sosiologi FISIP Universitas Indonesia perihal Pembangunan Sosial di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (16/2/2016).

"Di Alexis itu lantai tujuhnya surga dunia, lo. Di Alexis itu bukan surga di telapak kaki ibu lo, tapi di lantai tujuh," kata Ahok. Dia menyebut semua jenis pekerja seks komersial (PSK) dari berbagai negara ada di tempat itu. Namun, tempat itu tidak bisa ditutup karena tidak ada bukti.

"Nggak ada bukti (ada pelacuran di Alexis-red). Nggak tahu. Masak saya ketok satu per satu (kamarnya)?" kata Ahok.


Dikonfirmasi kembali, Kadisparbud DKI Jakarta Catur Liswanto saat itu tidak lagi membantah soal adanya pelacuran di Alexis. Dia mengaku telah meninjau langsung ke sana.

"Saya tidak menyangkal adanya prostitusi di sana (Alexis). Seperti yang sudah diungkapkan Pak Ahok, faktanya ada hal itu terjadi. Kemungkinan adanya penyalahgunaan tempat spa menjadi prostitusi atau pijat plus-plus saya tidak menyangkal," kata Catur saat dihubungi detikcom lewat telepon, Selasa (16/2/2016).

Dijelaskan Catur, pengamatannya, di Alexis ada tempat karaoke, bar, spa, dan kamar hotel. Di sana dia juga melihat ada wanita lokal dan asing.

"Mereka duduk-duduk di tempat. Ya seperti tempat hiburan pada umumnyalah. Saya melihatnya seperti itu," ucapnya. Namun, menurutnya, saat meninjau lokasi, dia tidak melihat adanya praktik prostitusi itu secara langsung.

"Apakah ada pelacuran dalam konteks penyalahgunaan, prostitusi, bisa saja terjadi di sana. Kemungkinan terjadi itu ada, tetapi itu terjadi di kamar," katanya. Menurutnya, sulit mengungkap adanya praktik prostitusi di tempat-tempat seperti spa, karaoke, atau hotel. Karena itu dia tengah membahas hal ini dengan jajarannya agar ada solusi.

"Kita mengalami kendala, kita tidak tahu apa yang terjadi, apakah ada prostitusi, karena terjadinya di kamar. Kami sedang bahas, cari masukan bagaimana melakukan pengawasan agar bisa efektif sehingga kita mendapatkan bukti yang nyata," ucapnya.

Pembahasan soal Alexis ini ramai di media sosial setelah disinggung di arena debat Pilgub DKI 2017, Hotel Bidakara, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (13/1/2017). Anies Baswedan menyebut Ahok lemah dalam menertibkan prostitusi.

"Untuk urusan penggusuran tegas, tapi untuk urusan prostitusi, Alexis, lemah!" kata Anies, yang mengenakan peci hitam. Bila terpilih sebagai gubernur, dia berjanji akan tegas melakukan penindakan.

"Kita akan tegas menghadapi mereka (prostitusi, Alexis)," kata Anies disambut riuh suara pendukungnya di arena debat. Ahok sendiri membalas sindiran Anies itu dengan santai.

"Ketika Anies bilang Alexis, kami sudah (tutup) Stadium dan Mille's," ujarnya. 

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat juga sudah angkat bicara soal ini. Menurutnya, penutupan tempat hiburan harus sesuai prosedur yang berlaku.

"Lho pelanggarannya harus ada, penutupan itu ada prosedurnya. Kami sudah tutup Stadium, Mille's. Kami tutup karena terbukti melanggar, ada narkoba. Untuk itu, kami tutup kan nggak bisa ujuk-ujuk kami tutup. Jadi coba kami lihat nanti ada nggak pelanggarannya, ada nggak pengaduannya," kata Djarot seusai blusukan di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (14/1/2017).

detikcom telah mencoba menghubungi Chief Operating Officer Alexis Armand Darmadji sore ini, namun dia belum merespons. detikcom masih terus berupaya mencari konfirmasi. 
Source of news


Sandiaga soal Alexis: Ahok-Djarot Menutup Sebelah Mata




Jakarta - Cawagub DKI Jakarta Sandiaga Uno mengutarakan alasannya menyindir cagub-cawagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat yang lemah saat akan menutup Alexis. Dia ingin rasa keadilan dikembalikan, tidak tumpul ke atas.

"Karena untuk menutup prostitusi kelas tinggi, Ahok-Djarot itu menutup sebelah mata," kata Sandiaga di Mega Anggrek Hotel, Jalan Arjuna Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (14/1/2017).

Sandiaga lalu membandingkan saat Ahok-Djarot menertibkan Kalijodo. "Sedangkan menutup Kalijodo, yang ada kepentingan pengembang yang sangat kental, itu didahulukan. Harusnya sama, tidak tumpul ke atas dan tajam ke bawah, agar rasa keadilan dikembalikan," ujar dia.

Sementara itu, Djarot sebelumnya menegaskan Alexis belum ditutup karena belum ditemukan bukti terjadinya pelanggaran narkoba. Penutupan tempat hiburan malam, menurut Djarot, harus melalui prosedur yang berlaku. 

"Lo, pelanggarannya harus ada, penutupan itu ada prosedurnya. Kita udah tutup Stadium, Mille's. Kita tutup karena terbukti melanggar, ada narkoba. Untuk itu, kita tutup kan nggak bisa ujuk-ujuk kita tutup. Jadi coba kita lihat nanti ada nggak pelanggarannya, ada nggak pengaduannya," kata Djarot seusai blusukan di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (14/1).

Source of news

Opini, Setelah sekian lama kabar Alexis yang katanya sebagai tempat prostitusi dan cagub nomer urut 2 sudah pernah menyinggung bahwa di lantai 7 adalah surga dunia bagi para pengunjung hotel Alexis, kini seperti di bangkitkan lagi isyu yang menerpa Alexis karena Ahok tidak berani menutup tempat prostitusi tersebut. Namun kenapa Ahok berani menutup Kalijodo, yang nyatanya juga sama di dalamnya terdapat tempat prostitusi seperti yang ada pada Alexis di lantai 7, tetapi sampai detik ini Ahok tidak tidak berani menutup tempat tersebut ? dan Ahok lebih - lebih sudah menutup tempat Stadium, Mille's.


Saran, dari berita di atas, sudah sangat jelas di sini ada diskriminasi. Yang mana Kalijodo merupakan tempat prostitusi dan Alexis yang kata Ahok di lantai 7 adalah surga dunia, kenapa cuman Kalijodo, Stadium, dan Mille's saja yang di tutup. Seharusnya, Ahok juga bisa menutup Alexis yang notabennya bisa di kategorikan sebagai tempat prostitusi di lantai 7. Ya, walaupun sudah jelas Kalijodo berdiri di tempat atau lahan yang Ilegal dan bisa menjadi alasan kenapa Kalijodo di tutup, namun berkebalikan dengan Alexis yang mana berdiri di atas lahan yang Legal, namun jangan jadikan itu sebuah alasan untuk tidak menutupnya. Adakan saja Sidak di Alexis, toh semuanya nanti juga ketahuan segala sesuatu yang terselubung di Alexis.



Guru Besar UIN : Sumber Masalah Intoleransi Harus Diselesaikan

Azyumardi Azra (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Guru besar UIN Syarif Hidayatullah Prof Azyumardi Azra angkat bicara soal kerukunan umat beragama. Dia mengatakan intoleransi umat muslim bahkan sudah menyerang sesama muslim.

"Bahkan intoleran sekarang sesama muslim. Sumber dari masalah harus diselesaikan," kata Azyumardi di Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (6/1/2017).

Hal tersebut disampaikan pada acara pengajian bulanan pimpinan pusat (PP) Muhammadiyah yang mengusung tema 'Merawat Kerukunan Kehidupan Beragama'. Azyumardi menjelaskan salah satu faktor penyebab intoleransi umat muslim karena gejolak di negara Timur Tengah saat ini.

"Faktor eksternal dan kalau kita lihat 10 tahun terakhir, proses meningkatnya intoleransi karena kekacauan di negara Timur Tengah. Kita lihat orang Indonesia di ISIS misalnya. Ini motif transnasional. Transnasionalisme mempengaruhi Indonesia," katanya.

Selain itu, isu di media sosial juga mempengaruhi intoleransi. Hal tersebut kerap terjadi akibat maraknya pemberitaan yang hoax.

"Kecenderungan ketidakrukunan meningkat, ditambah lagi isu di media sosial. Bahkan ada yang bilang haram makan ayam bakar dan ikan bakar karena Nabi tidak pernah makan yang seperti itu," jelas Azyumardi.

Faktor lain penyebab ketidakrukunan yakni masalah Pilkada dan Pilpres. Bahkan, di kasus tertentu, kata Azyumardi, dapat memunculkan 'perang dingin' di keluarga.

"Saya kira dinamika politik baik Pilpres maupun Pilkada kerap terjadi penyalahgunaan doktrin agama. Yang terakhir menimbulkan gejolak di ormas. Kasus Ahok itu menimbulkan gejolak, bahkan sampai keluarga, menimbulkan permusuhan sesama muslim," tutupnya.

Dalam acara ini juga dihadiri oleh Kepala Badan Litbang Kementerian Agama Prof Abdul Mas'ud dan Ketua PP Muhammadiyah Prof Syafiq Mughni. Sementara itu, salah satu peserta pengajian yang hadir adalah Ketua Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AM Fatwa. 
(dkp/dhn)

source of news : click here.

Opini, dari beberapa kejadian akhir-akhir ini memang kerukunan umat beragama di Indonesia khususnya sedang di guncang dengan kurangnya rasa toleransi atau tenggang rasa antar kerukunan beragama. Semakin banyaknya fitnah yang di sebar dari oknum yang tidak bertanggung jawab, yang mana orang awam akan mudah saja percaya akan berita tersebut. Seperti yang sudah di sampaikan pada artikel berita di atas, yang di kutip dari detik.com, kurangnya rasa toleransi tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat biasa, kurangnya toleransi ini juga terjadi di pejabat negara dengan menyebar sara dimana-mana.

Simpulan dari maraknya kejadian akhir-akhir ini di indonesia yaitu ; kita sendiri sebaiknya menyadari bahwa tenggang rasa atau toleransi antar umat beragama itu sangat di perlukan, apalagi Indonesia itu negri Multi Kultural dan kepulauan. Sudah sepatutnya, negri yang beragam bahasa, agama, ras dan budaya ini saling merangkul satu sama lain dan tidak saling menjatuhkan karena adanya fitnah dari pihak tertentu. Begitu juga para penyebar Berita HOAX di Internet ini kerap sekali menimbulkan perdebatan yang sangat panas, bahkan tidak jarang berita seperti itu sampai di tangani oleh lembaga negara yang tingkatnya sudah tingkat atas. Dengan adanya UU tentang penetapan penangkapan penyeber berita HOAX ini sangat baik sekali bagi masyarakat Indonesia. Apalagi saya pribadi, kalau semisal buka sosmed seperti ; facebook, twitter masih sangat banyak berita panas di sana-sini, dan banyak juga pelaku penyeber berita HOAX berkliaran di sosmed, tidak hanya di website saja.


Ponsel China Makin Mengancam

Foto: detikINET/Ari Saputra


Jakarta - Kematian Galaxy Note 7 yang rentan meledak ternyata berdampak cukup besar bagi Samsung meski mereka masih kukuh di nomor satu. Dan bukan Apple yang mendapat keuntungan dari insiden itu melainkan para vendor ponsel asal China.

Demikian terkuak dalam penelitian terbaru oleh biro riset Gartner untuk periode kuartal III 2016. Mereka menyatakan kalau ada tiga perusahaan ponsel China yang makin mengancam Apple dan Samsung, yakni Huawei, Oppo dan BBK Communication Equipment yang semuanya meningkat penjualannya.

Dikutip detikINET dari PCMag, ketiganya memegang 21% dari seluruh smartphone yang terjual di seluruh dunia pada kuartal III 2016. Bagi yang belum tahu, BKK Communication adalah induk perusahaan ponsel Vivo.

Walau terpukul dengan dihentikannya produksi Note 7, Samsung masih vendor smartphone terbesar di dunia pada kuartal III 2016, dengan pangsa pasar 19,2%. Akan tetapi volume penjualan vendor asal Korea Selatan ini anjlok sampai 14,2% dari tahun sebelumnya.

"Keputusan menghentikan Note 7 sudah benar, namun kerusakan pada brand Samsung akan membuat perusahaan ini lebih berat dalam meningkatkan penjualan di jangka pendek. Bagi Samsung, penting agar rilis Galaxy S8 sukses sehingga mitra dan konsumen kembali percaya pada brand mereka," kata Anshul Gupta, Research Director Gartner.

Urutan kedua adalah Apple yang memegang pangsa pasar 11,6%, market share terendah sejak awal 2009. Perusahaan yang berbasis di Cupertino ini mengalami penurunan penjualan 6,6% dibanding tahun sebelumnya.

"Hilangnya Note 7 mungkin hanya sedikit menguntungkan penjualan iPhone 7 Plus karena user Note 7 sepertinya tetap bertahan memakai Samsung atau setidaknya vendor Android," demikian pernyataan Gartner.

Huawei di tempat ketiga mkian mendekati Apple dengan pangsa pasar 8,7%. Oppo di ranking keempat dengan market share 6,7% serta di posisi kelima ada BBK Comunication dengan pangsa pasar 5,3%. Sebenarnya Oppo termasuk di bawah payung BBK, namun dalam riset ini Gartner memisahkan posisi mereka.

(fyk/fyk)

source : detik.com

 Opini, bukan hanya dari segi Samsung itu sendiri, tetapi juga negara kita Indonesia semakin kesini semakin terkena imbas dari ponsel murah Cina yang kian meraja lela. Oke lah, kalau ponsel Cina di sini mengikuti aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri tau yang biasa di sebut juga dengan 'TKDN'. Akan tetapi berdampak bagi lapisan masyarakat Indonesia, alias dampaknya sangat luas. Seperti, masyarakat yang katakanlah kurang dari menengah ke bawah anakmya minta di belikan handphone ya terpaksa orang tua harus membalikan atau menuruti kemauan anaknya alhasil orang tuapun memutuskan untuk membali handphone China uantuk anaknya, Terkadang juga yang jadi bumerang bagi para penikmat handphone China adalah cepat rusaknya barang tersebut ; karena komponen atau cip yang mereka buat yaitu dengan cara di beli perKiloan jadi tidak memperhatikan mana yang sudah tidak layak dan mana yang masih layak untuk di buat smartphone ataupun handphone. Mudahnya aturan TKDN yang membuat ponsel Cina dapat dengan mudah mendirikan pabrik-pabrik di Indonesia, Semakin sengitnya persaingan harga dan teknologi yang ada di dalam handphone tersebut ; katakanlah Polytron yang memangkas harga dan beradu taring di dunia smatphone bersama dengan ponsel Cina yang justru melemahkan produk dalam negri, kurangnya pengawasan pemerintah dalam melakukan pemantauan atau pengawasan bagi ponsel-ponsel selundupan atau Black Market.

Simpulan dari topik tersebut adalah, seharusnya pemerintah lebih mengawasi dan lebih sigap dalam melakukan patroli laut maupun bandara, agar ponsel Black Market tidak sebegitu mudahnya masuk ke pangsa pasar Indonesia. Perketat pada sektor TKDN untuk pondel Cina agar tidak membudi daya di masyarakat, Pemerintah lebih bisa melihat atau membarikan apresiasi dukungan dana untuk memajukan teknologi Indonesia, tidak hanya di awal saja seperti mobil SMK dll, akan tetapi terus mendukung dan di pantau, terlebih lagi di bukakan selebar-lebarnya pemasaran prodak di dalam negri dan di luar negri, pemerintah harus lebih bisa mensosialisasikan ke khalayak umum terutama di plosok-plosok negri tentang perkembangan teknologi ini dan tidak mencedarai masyarakat sendiri dengan perkembangan teknologi karena belum adanya sosialisasi.



Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan


 Berikut ini adalah rangkuman dari materi Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan dalam bentuk Power Point.

UU Tax Amnesty: Merugikan atau Malah Menguntungkan Rakyat Kecil?



Pro kontra terkait rencana pemerintah menerapkan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty kembali mencuat. Kali ini hal yang diperdebatkan adalah tarif tebusan yang harus dibayar peserta tax amnesty kepada negara.
Dilansir Kompas.com, Undang-Undang Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) dianggap tak adil bagi rakyat miskin dan dinilai justru memberikan karpet merah bagi kalangan atas atau orang yang berduit.

Sangat disayangkan tentunya apabila perlakuan negara terhadap kalangan kaya dan miskin sangat timpang. Di sisi lain, kita sering melihat fenomena rakyat miskin digusur. Namun, negara malah membuat UU pengampunan pajak untuk konglomerat.
Hal ini adalah cerminan yang tidak berpihak pada rakyat miskin atau keadilan bagi si miskin. Pemerintah terkesan tegas dengan orang miskin namun lembut dengan warga negara yang mengemplang pajak. Padahal negara bisa saja memanggil pihak-pihak yang memiliki kekayaan di luar negeri tersebut tanpa harus memberi pengampunan pajak.

Benarkah tax amnesty tidak mencederai rasa keadilan?


Pengamat Perpajakan dari Universitas Indonesia (UI), Darussalam menegaskan bahwa tax amnesty tidak mencederai rasa keadilan karena semua wajib pajak akan disasar, baik yang ada di luar negeri maupun di dalam negeri.
Program tax amnesty atau pengampunan pajak menurutnya bukan untuk orang kaya yang belum bayar pajak tetapi juga ditujukan kepada semua elemen masyarakat yang belum bayar pajak.
Menurut Darussalam, dalam UU tax amnesty semuanya adil dan sama. Jadi, tidak ada yang dicederai. Tax amnesty tidak hanya diperuntukan untuk segelintir orang atau segelintir karir dan pekerjaan. Jadi tidak seharusnya hal ini disalahpahami.



Kebijakan pengampunan pajak dinilai mampu memberi manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk di dalamnya adalah kaum buruh. Kedepannya hal ini bisa berdampak pada pembangunan nasional secara independen tanpa bantuan asing.
Dengan begitu Indonesia akan bisa menjadi bangsa yang mandiri. Sedangkan manfaat jangka panjangnya adalah untuk memperoleh basis data yang dapat mengawasi setiap pergerakan uang yang masuk ke negara maupun ke setiap individu dengan transparansi yang jelas. Tax amnesty juga nantinya akan bisa memberi kesempatan bagi mereka yang belum masuk dalam sistem perpajakan sebagai wajib pajak.

Para buruh tolak tax amnesty.


Para buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan menolak adanya kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty. Para buruh tetap menolak meski UU Pengampunan Pajak telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hal ini dikarenakan pengesahan tersebut dianggap mencederai rasa keadilan bagi kelompok masyarakat yang taat membayar pajak, termasuk para kaum buruh.
Buruh sejatinya telah taat membayar pajak (PPh 21). Bahkan sebelum gajinya diterima, sudah dipotong untuk membayar pajak. Seharusnya negara malu mengampuni para pengemplang pajak hanya demi mengejar pajak tapi menggadai hukum.
Para buruh juga mengatakan bahwa UU Tax Amnesty tidak menjamin meningkatkan pemasukan pajak yang saat ini minus. Buruh tidak percaya target 165 triliun rupiah akan bisa tercapai. Selain itu persoalan yang menyebabkan pengusaha mengemplang pajak adalah ketaatan hukum. Karena itu, Iqbal meminta pemerintah tidak menukarnya dengan pengampunan pajak.

Source of news : IDNtimes.com

Jika di lihat dari Pengertian dari Tax amnesty sendri itu adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak di kenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap Harta dan membayar Uang Tebusan sebagaimana di atur dalam Uandag-Undang No. 11 Tahun 2016 Tentang Pengampunan Pajak. Ini menyasar kepada semua aspke masyarakat, baik itu yang kaya ataupun cuman bekerja sebagai buruh (baik bekerja atau menetap di dalam maupun luar negri). Jadi, Tax amnesty itu merugikan atau menguntungkan bagi golongan tertentu ?

Seharusnya pemerintah bisa lebih menyusun (merancang) UU Tax amnesty ini supaya orang-orang dari golongan tertentu tidak terkena imbas dari UU tersebut, Mengapa ? ya jelas...! seperti artikel berita di atas yang tergabung dalam bahwa buruh pabrik Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mereka sejatinya telah taat membayar pajak (PPh 21) PERBULAN. Bauangkan saja, kalo semisal mereka menerima gaji pada kirsaran umr yang rendah setelah itu terkena pajak bulanan (PPh 21) sangat berat sebelah, menjadikan UU ini UU yang tipang atau berat sebah. Sedagkan mereka yang berduit karena telat membayar pajak perusahaanya beberapa tahun, setelah muncul Tax amnesty ini mereka seolah membuka lembaran baru kertas putih dengan cuman hanya mengungkap Harta dan membayar Uang Tebusan. Mungkin UU Tax amnesty ini bisa lebih di kaji lagi, agar tidak ada yang merasa di rugikan dan di untungkan dalam stratifikasi sosial.


Rivew Film "Guru Bangsa Tjokroaminoto"

Film : Guru Bangsa Tjokroaminoto
Detail Cast and Crew Film Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015)

Genre : Drama, Bioghraphy
Sutradara : Garin Nugroho
Produser : Christine Hakim

Pemain Film :

Reza Rahadian
Christine Hakim
Didi petet
Ade Firman Hakim
Alex Abbad
Alex Komang
Chelsea Islan
Christoffer Nelwan
Deva Mahenra
Egi Fedly
Ibnu Jamil
Negara : Indonesia
Film Release : 09 April 2015

Rivew

Guru Bangsa Tjokroaminoto merupakan sebuah film bertemakan zaman penjajahan ini berjudul. Film Guru Bangsa Tjokroaminoto 2015 ini disutradarai oleh sutradara kondang Garin Nugroho. Tidak tanggung-tanggung, film ini diprooduseri oleh 5 orang sekaligus. Mereka adalah Christine Hakim, Didi Petet, Dewi Umaya, Noe Letto, dan Ari Syarif. Menurut penjelasan salah satu produser yang juga jadi pemain dalam film, Christine Hakim, banyaknya produser ini dikarenakan mengangkat kisah hidup Tjokroaminoto ke layar lebar merupakan tantangan dan tanggung jawab yang sangat besar. Selain banyaknya produser, film ini juga mendapat dukungan dari Yayasan HOS Tjokroaminoto dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Guru Bangsa Tjokroaminoto menceritakan tentang setelah lepas dari era tanam paksa di akhir tahun 1800, Hindia Belanda memasuki babak baru yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakatnya, yaitu dengan gerakan politik etis yang dilakukan oleh pemerintah Belanda. Tetapi kemiskinan masih banyak terjadi. Rakyat banyak yang belum mengenyam pendidikan, dan kesenjangan sosial antaretnis dan kasta masih terlihat jelas.

Oemar Said Tjokroaminoto (Tjokro) yang lahir dari kaum bangsawan Jawa di Ponorogo, Jawa Timur, dengan latar belakang keislaman yang kuat, tidak diam saja melihat kondisi tersebut. Walaupun lingkungannya adalah keluarga ningrat dengan hidup yang nyaman dibandingkan rakyat kebanyakan saat itu, ia berani meninggalkan status kebangsawanannya dan bekerja sebagai kuli pelabuhan dan merasakan penderitaan sebagai rakyat jelata.

Tjokro berjuang dengan membangun organisasi Sarekat Islam, organisasi resmi bumiputera pertama terbesar kala itu, sehingga bisa mencapai 2 juta anggota. Ia berjuang menyamakan hak dan martabat masyarakat bumiputera di awal 1900 yang terjajah. Perjuangan menjadi benih lahirnya tokoh dan gerakan kebangsaan.

Tjokro yang intelektual, pandai bersiasat, mempunyai banyak keahlian, termasuk silat, mesin, hukum, penulis surat kabar yang kritis, orator ulung yang mampu menyihir ribuan orang dari mimbar pidato, membuat pemerintah Hindia Belanda khawatir, dan membuat mereka bertindak untuk menghambat laju gerak Sarekat Islam yang pesat. Perjuangan Tjokro lewat organisasi Sarekat Islam untuk memberikan penyadaran masyarakat, dan mengangkat harkat dan martabat secara bersamaan, juga terancam oleh perpecahan dari dalam organisasi itu sendiri.

Rumah Tjokro di Gang Peneleh, Surabaya, terkenal sebagai tempat bertemunya tokoh-tokoh bangsa Indonesia kelak. Di rumah sederhana yang berfungsi sebagai rumah kos yang di bina oleh istrinya, Suharsikin, Tjokro juga mempunyai banyak murid-murid muda yang pada akhirnya menetas, memilih jalan perjuangannya masing-masing, meneruskan cita-cita Tjokro yang mulia untuk mempunyai bangsa yang bermartabat, terdidik, dan sejahtera. Salah satu muridnya di Soekarno yang kelak menjadi proklamator kemerdekaan

Film ini merupakan biopik dari salah satu tokoh sejarah Indonesia, Tjokroaminoto. inti dari film Guru Bangsa Tjokroaminoto dari era tanam paksa di akhir tahun 1800, Hindia Belanda (Indonesia) memasuki babak baru yang berpengaruh ke kehidupan masyarakatnya. Yaitu dengan gerakan Politik Etis yang dilakukan oleh pemerintah Belanda. Tetapi kemiskinan masih banyak terjadi. Rakyat masih banyak yang belum mengenyam pendidikan dan kesenjangan sosial antar etnis dan kasta masih terlihat jelas.

Tjokroaminoto yang lahir dari kaum bangsawan Jawa dengan latar belakang keislaman yang kuat, tidak diam saja melihat kondisi tersebut. Walaupun lingkungannya adalah keluarga ningrat yang mempunyai hidup yang nyaman dibandingkan dengan rakyat kebanyakan saat itu. Ia berani meninggalkan status kebangsawanannya dan bekerja sebagai kuli pelabuhan dan ikut merasakan penderitaan sebagai rakyat jelata. Selain itu, HOS Tjokroaminoto juga menjadi pendiri Sarekat Dagang Islam (SDI) beliau juga menjadi guru beberapa pemuda yang kelak menjadi tokoh-tokoh besar Indonesia dengan berbagai ideologi berbeda seperti Soekarno, Kartosuwiryo dan para tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) seperti Alimin, Musso hingga Tan Malaka.

Berikut adalah Trailer dari film tersebut :

Opini :

Menurut pandangan saya peribadi, film ini sagatlah bagus karena berkaitan dengan sejarah bangsa Indonesia sendiri. Perlunya memperbanyak produksi film bergenre sejarah, agar anak kecil dapat mengenal dan belajar tentang sejarah yang panjang dari bangsanya sendiri bahkan bisa menjadi negara Indonesia dan mempunyai bendera Merah Putih yang juga mempunyai makna dan filosofi tersendiri. Tidak melulu tentang film cinta-cintaan atau film acton dari luar negri, jadi orang-orang lebih banyak pilihan untuk genre yang mereka sukai. STOP PEMBAJAKAN FILM karena modal pembuatan yang besar dan menguras tenaga, tontonlah film di bioskop terdekat atau bioskop favorit anda, terimakasih.

Created by.
 

Viral di Medsos, Ini Identitas 2 Anggota DPRD Padang Pariaman yang Nyabu

Ilustrasi Sabu, Foto : Rachman Haryanto/detikcom
Jakarta - BNNP Sumatera Barat tengah menyelidiki video dua anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman yang sedang asyik mengonsumsi sabu. BNNP dan Direktorat Narkoba Polda Sumatera Barat membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus ini.

"Kedua pria yang berada dalam video tersebut merupakan anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, masing-masing berinisial SH dan YB," kata Kepala BNNP Sumbar Mohammad Ali Azhar dalam keterangannya yang disampaikan Kabid Humas BNN Kombes Slamet Pribadi, Minggu (9/10/2016).

Ali mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat soal video itu pada awal September lalu. Dari hasil penyelidikan awal, diketahui video tersebut dibuat sekitar setahun lalu di Batam, Kepulauan Riau.

Hasil penyelidikan juga telah dilaporkan kepada Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Faisal Arifin. Masih kata Ali, Ketua DPRD menyatakan akan menggelar rapat bersama dengan Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Padang Pariaman pada Senin (10/10) besok.

"Rapat itu guna membahas kasus tersebut dan menentukan sikap serta keputusan terhadap kedua anggota DPRD yang ada dalam video tersebut," ujarnya.

Ditambahkannya, tidak sedikit oknum aparat pemerintah yang terjebak dalam candu narkotika. Telah banyak kasus serupa yang diungkap BNN maupun aparat penegak hukum lainnya.

Oleh karena itu, sinergitas antara BNN dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) guna menyaring pemimpin yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, khususnya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2016 ini sangatlah penting.

"Sehingga kasus narkotika yang melibatkan pemimpin daerah seperti ini tidak terjadi lagi," urainya.
(idh/dhn)

Source of news

Mungkin saja mereka terlalu lelah untuk menjalankan tugas sebagai seorang anggota dewan, fikiran yang kacau, hati yang gelisah, banyaknya tugas yang di emban, atau mungkin juga kurangnya pengawasan dari pemerintah atas dalam melakukan tindakan atau sidak guna meminimalisir hal tersebut terjadi, malah lebih-lebih si oknum itu sendiri lebih leluasa dalam mengkonsumsi sabu sampai-sampai mereka tersorot dalam video yang belakangan ini beredar di masyarakat.

Sangat di sayangkan memang, ketika yang terlibat dalam pemberitaan yang miring itu oknum dari aparat pemerintah, menjadikan jeleknya reputasi dari instansi dimana tempat para oknum tersebut bekerja. Seharusnya  aparat negara bisa menjadikan sebuah acuan dari segi hal-hal yang positi dan enak di pandang dari segi masyarakat manapun, bukanya malah mencontohkan hal-hal yang bersifat negatif bahkan mungkin anaknya bisa menitu sikap dan sifat yang di lakukan okmun-oknum tersebut. Serta pemerintah harus lebih cekatan, melakukan sidak ; baik itu sidak dari BNN, KPK dan komisi-komisi lain, Lalu juga menindak tegas aparat negara yang melakukan hal menyimpang dengan pencopotan jabatan atau pemberhentian tugas di kantor yang bersangkutan.