Recent posts

Guru Besar UIN : Sumber Masalah Intoleransi Harus Diselesaikan

09.49 0 Comments

Azyumardi Azra (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Guru besar UIN Syarif Hidayatullah Prof Azyumardi Azra angkat bicara soal kerukunan umat beragama. Dia mengatakan intoleransi umat muslim bahkan sudah menyerang sesama muslim.

"Bahkan intoleran sekarang sesama muslim. Sumber dari masalah harus diselesaikan," kata Azyumardi di Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (6/1/2017).

Hal tersebut disampaikan pada acara pengajian bulanan pimpinan pusat (PP) Muhammadiyah yang mengusung tema 'Merawat Kerukunan Kehidupan Beragama'. Azyumardi menjelaskan salah satu faktor penyebab intoleransi umat muslim karena gejolak di negara Timur Tengah saat ini.

"Faktor eksternal dan kalau kita lihat 10 tahun terakhir, proses meningkatnya intoleransi karena kekacauan di negara Timur Tengah. Kita lihat orang Indonesia di ISIS misalnya. Ini motif transnasional. Transnasionalisme mempengaruhi Indonesia," katanya.

Selain itu, isu di media sosial juga mempengaruhi intoleransi. Hal tersebut kerap terjadi akibat maraknya pemberitaan yang hoax.

"Kecenderungan ketidakrukunan meningkat, ditambah lagi isu di media sosial. Bahkan ada yang bilang haram makan ayam bakar dan ikan bakar karena Nabi tidak pernah makan yang seperti itu," jelas Azyumardi.

Faktor lain penyebab ketidakrukunan yakni masalah Pilkada dan Pilpres. Bahkan, di kasus tertentu, kata Azyumardi, dapat memunculkan 'perang dingin' di keluarga.

"Saya kira dinamika politik baik Pilpres maupun Pilkada kerap terjadi penyalahgunaan doktrin agama. Yang terakhir menimbulkan gejolak di ormas. Kasus Ahok itu menimbulkan gejolak, bahkan sampai keluarga, menimbulkan permusuhan sesama muslim," tutupnya.

Dalam acara ini juga dihadiri oleh Kepala Badan Litbang Kementerian Agama Prof Abdul Mas'ud dan Ketua PP Muhammadiyah Prof Syafiq Mughni. Sementara itu, salah satu peserta pengajian yang hadir adalah Ketua Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AM Fatwa. 
(dkp/dhn)

source of news : click here.

Opini, dari beberapa kejadian akhir-akhir ini memang kerukunan umat beragama di Indonesia khususnya sedang di guncang dengan kurangnya rasa toleransi atau tenggang rasa antar kerukunan beragama. Semakin banyaknya fitnah yang di sebar dari oknum yang tidak bertanggung jawab, yang mana orang awam akan mudah saja percaya akan berita tersebut. Seperti yang sudah di sampaikan pada artikel berita di atas, yang di kutip dari detik.com, kurangnya rasa toleransi tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat biasa, kurangnya toleransi ini juga terjadi di pejabat negara dengan menyebar sara dimana-mana.

Simpulan dari maraknya kejadian akhir-akhir ini di indonesia yaitu ; kita sendiri sebaiknya menyadari bahwa tenggang rasa atau toleransi antar umat beragama itu sangat di perlukan, apalagi Indonesia itu negri Multi Kultural dan kepulauan. Sudah sepatutnya, negri yang beragam bahasa, agama, ras dan budaya ini saling merangkul satu sama lain dan tidak saling menjatuhkan karena adanya fitnah dari pihak tertentu. Begitu juga para penyebar Berita HOAX di Internet ini kerap sekali menimbulkan perdebatan yang sangat panas, bahkan tidak jarang berita seperti itu sampai di tangani oleh lembaga negara yang tingkatnya sudah tingkat atas. Dengan adanya UU tentang penetapan penangkapan penyeber berita HOAX ini sangat baik sekali bagi masyarakat Indonesia. Apalagi saya pribadi, kalau semisal buka sosmed seperti ; facebook, twitter masih sangat banyak berita panas di sana-sini, dan banyak juga pelaku penyeber berita HOAX berkliaran di sosmed, tidak hanya di website saja.


Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 komentar: