Ponsel China Makin Mengancam
| Foto: detikINET/Ari Saputra |
Jakarta - Kematian Galaxy Note 7 yang rentan meledak ternyata berdampak cukup besar bagi Samsung meski mereka masih kukuh di nomor satu. Dan bukan Apple yang mendapat keuntungan dari insiden itu melainkan para vendor ponsel asal China.
Demikian terkuak dalam penelitian terbaru oleh biro riset Gartner untuk periode kuartal III 2016. Mereka menyatakan kalau ada tiga perusahaan ponsel China yang makin mengancam Apple dan Samsung, yakni Huawei, Oppo dan BBK Communication Equipment yang semuanya meningkat penjualannya.
Dikutip detikINET dari PCMag, ketiganya memegang 21% dari seluruh smartphone yang terjual di seluruh dunia pada kuartal III 2016. Bagi yang belum tahu, BKK Communication adalah induk perusahaan ponsel Vivo.
Walau terpukul dengan dihentikannya produksi Note 7, Samsung masih vendor smartphone terbesar di dunia pada kuartal III 2016, dengan pangsa pasar 19,2%. Akan tetapi volume penjualan vendor asal Korea Selatan ini anjlok sampai 14,2% dari tahun sebelumnya.
"Keputusan menghentikan Note 7 sudah benar, namun kerusakan pada brand Samsung akan membuat perusahaan ini lebih berat dalam meningkatkan penjualan di jangka pendek. Bagi Samsung, penting agar rilis Galaxy S8 sukses sehingga mitra dan konsumen kembali percaya pada brand mereka," kata Anshul Gupta, Research Director Gartner.
Urutan kedua adalah Apple yang memegang pangsa pasar 11,6%, market share terendah sejak awal 2009. Perusahaan yang berbasis di Cupertino ini mengalami penurunan penjualan 6,6% dibanding tahun sebelumnya.
"Hilangnya Note 7 mungkin hanya sedikit menguntungkan penjualan iPhone 7 Plus karena user Note 7 sepertinya tetap bertahan memakai Samsung atau setidaknya vendor Android," demikian pernyataan Gartner.
Huawei di tempat ketiga mkian mendekati Apple dengan pangsa pasar 8,7%. Oppo di ranking keempat dengan market share 6,7% serta di posisi kelima ada BBK Comunication dengan pangsa pasar 5,3%. Sebenarnya Oppo termasuk di bawah payung BBK, namun dalam riset ini Gartner memisahkan posisi mereka.
(fyk/fyk)
source : detik.com
Opini, bukan hanya dari segi Samsung itu sendiri, tetapi juga negara kita Indonesia semakin kesini semakin terkena imbas dari ponsel murah Cina yang kian meraja lela. Oke lah, kalau ponsel Cina di sini mengikuti aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri tau yang biasa di sebut juga dengan 'TKDN'. Akan tetapi berdampak bagi lapisan masyarakat Indonesia, alias dampaknya sangat luas. Seperti, masyarakat yang katakanlah kurang dari menengah ke bawah anakmya minta di belikan handphone ya terpaksa orang tua harus membalikan atau menuruti kemauan anaknya alhasil orang tuapun memutuskan untuk membali handphone China uantuk anaknya, Terkadang juga yang jadi bumerang bagi para penikmat handphone China adalah cepat rusaknya barang tersebut ; karena komponen atau cip yang mereka buat yaitu dengan cara di beli perKiloan jadi tidak memperhatikan mana yang sudah tidak layak dan mana yang masih layak untuk di buat smartphone ataupun handphone. Mudahnya aturan TKDN yang membuat ponsel Cina dapat dengan mudah mendirikan pabrik-pabrik di Indonesia, Semakin sengitnya persaingan harga dan teknologi yang ada di dalam handphone tersebut ; katakanlah Polytron yang memangkas harga dan beradu taring di dunia smatphone bersama dengan ponsel Cina yang justru melemahkan produk dalam negri, kurangnya pengawasan pemerintah dalam melakukan pemantauan atau pengawasan bagi ponsel-ponsel selundupan atau Black Market.
Simpulan dari topik tersebut adalah, seharusnya pemerintah lebih mengawasi dan lebih sigap dalam melakukan patroli laut maupun bandara, agar ponsel Black Market tidak sebegitu mudahnya masuk ke pangsa pasar Indonesia. Perketat pada sektor TKDN untuk pondel Cina agar tidak membudi daya di masyarakat, Pemerintah lebih bisa melihat atau membarikan apresiasi dukungan dana untuk memajukan teknologi Indonesia, tidak hanya di awal saja seperti mobil SMK dll, akan tetapi terus mendukung dan di pantau, terlebih lagi di bukakan selebar-lebarnya pemasaran prodak di dalam negri dan di luar negri, pemerintah harus lebih bisa mensosialisasikan ke khalayak umum terutama di plosok-plosok negri tentang perkembangan teknologi ini dan tidak mencedarai masyarakat sendiri dengan perkembangan teknologi karena belum adanya sosialisasi.
.png)

0 komentar: